graphic

Tuesday, 8 October 2013

harapanku kepada bintang "

sejenak merenung hamparan langit, aku mulai sedar betapa jauhnya aku..dan bintang!

malah aku sedar, impian untuk mencapai bintang itu umpama mimpi di dalam mimpi. hanya impian kosong seorang yang daif tanpa mengamati lumrah dunia. bintang itu, tidak akan dapat aku gapai walau sebesar mana harapan yang disemai, itu realiti.


bintang..

sinarnya mempesonakan dari kejauhan. Anganku, alangkah berbahagianya aku untuk memiliki bintang. pesona hamparan bintang kutatap dari kejauhan. lalu dengan rela aku taburkan senyum yang indah membalas senyumnya bintang kepadaku.

sekian lama, aku mengharapkan bintang untuk  bersama-sama melalui hari-hari indah. aku mengimpikan hidup yang sempurna diterangi bintang yang bergemerlapan. namun aku terlupa sesuatu, bintang tidak akan sekali-kali turun ke bumi dengan kerelaannya. untuk bersama aku bererti bintang harus merelakan dirinya kehilangan sinar yang selama ini membuatkan dirinya begitu terang dan mempesonakan mereka yang merenungnya. malah aku juga keliru, adakah pesona aku terhadap bintang akan tetap utuh andai bintang kehilangan sinarnya? 

tapi kata mereka, cinta itu tiada syaratnya. aku berazam, andai bintang enggan mengorbankan sinarnya yang mempesona, kenapa tidak aku yang berusaha untuk berada disisi bintang? lalu aku dengan penuh kecintaan berusaha sehabis daya untuk terbang kepada bintang di kejauhan. tapi..apa daya aku sebagai manusia biasa yang lemah. bintang itu, tiada daya untuk aku menggapainya. lalu aku terus berharap dan berharap untuk sampai kepada bintang. saban malam aku merenung bintang dengan penuh harapan. masa pun terus berlalu, sang bintang tetap  juga tidak ingin turun ke bumi kerana takut kehilangan apa yang selama ini dia miliki tanpa pernah berfikir bahawa dirinya kesepian berada di langit yang paling jauh dari bintang-bintang yang lain.Mungkin bintang juga telah dibutakan dengan bergelimpangnya sinar-sinar paling mahal dan paling indah dijagat alam semesta. Hingga akhirnya melupakan ada manusia yang selama ini telah menunggunya di bumi. Bintang seakan telah dibutakan oleh cinta dan juga harta.

namun kematangan menyedarkan aku, bintang yang indah sinarnya itu bukanlah benar-benar sempurna untuk aku. sudah waktunya aku melepaskan segala pengharapan atas segala sesuatu yang menjadi ilusi seumur hidup aku. aku yang khilaf. meletakkan takdir pada impian, bukan pada Tuhan. Allahurabbi..

bintang itu,
indahnya hanyalah sekadar dari kejauhan. aku sedar, sinarnya akan membakar disaat aku mendekati. bintang itu, bukan untuk aku miliki sejak dari mulanya. memiliki bintang hanyalah sekadar ilusi yang mampu melukakan setiap inci hati dan jiwa. lalu dimana relevannya untuk aku menggantung angan untuk memiliki bintang? 

benar kata Laksamana Sunan, "Bintang..andai dapat digapai, maka saktilah hamba.."







No comments:

Post a Comment