graphic

Friday, 18 May 2012


SINAR YANG TERLINDUNG




Dingin embun dinihari

Bagai menyalut dinding hati

Tiada lagi hangat kasihmu yang bertandang

Menemani hari-hari suramku

Semuanya telah pergi bersama kepergianmu

Baru kini aku mengerti bertapa dirimu bererti

Bagai langit malam tidak bebintang diriku tanpamu

Pernah kau kuanggap jeriji besi

Membatas bebas pergerakanku

Manalah ku tahu bukan begitu

Kau nafkahkan diri menjadi tembok kaca

Menghalang debuan Metropolitan mengotori jiwaku

Pergimu merentap banteng egoku

Menampakkan sinar yang selama ini terselindung

Nyawa kau pertaruhkan demi kesucian seorang wanita

Damai dirimu di persemadian

Ditemani kuntuman kemboja berguguran

Dalam harumnya tercatit pesan

‘Maaf seandainya kasihku tak sempurna.’

No comments:

Post a Comment